Pembelajaran Menjadi Dewasa

Filed under: apa ajah masuk sini — kadekratnawijayanti at 10:39 pm on Sunday, September 14, 2008

Tgl.5 September, ultah ke 22.

Tgl.12 September, adek aku kecelakaan yang lumayan parah. Kaki retak, gigi patah, badan memar2, dll. Pada saat itu, aku dirumah sendiri. Mama di Bali, Ajik di Kupang. So, yang di kabarin pertama kali adalah aku. Otomatis “sikap dewasa ku” muncul, gimana ambil keputusan dalam waktu singkat dan menuntaskan masalah. Hasilnya…lumayan lah…aku bisa menuntaskan masalah ini dengan lumayan baik, meskipun hasilnya kurang maksimal. (ribet banget ternyata urusan di RSUD ya….)

thanks God, udah menguji kedewasaanku dengan kejadian ini. dan jangan sampe kejadian ini terulang lagi, Astungkara.

Ungu

Filed under: lyrik lagu — kadekratnawijayanti at 9:51 pm on Tuesday, September 9, 2008

Dengan NafasMu

Izinkan kuucap kata taubat
sebelum Kau memanggilku
kembali padaMu
tertutup waktuku

Izinkan ku serukan namaMu
sebelum nyawa dalam tubuhku
Kau ambil
kembali padaMu

Karna kutahu
hanyalah pada diriMu
tempatku mengadu, tempatku mengeluh
didalam doa’ku

Dan demi nafas yang telah kau hembuskan dalam kehidupanku
Ku berjanji, ku akan menjadi yang terbaik
Menjalankan segala perintahMu
menjauhi segala larangan-Mu
adalah sebaris do’aku untukMu

Izinkan kuucap kata taubat
sebelum Kau memanggilku
kembali padaMu
tertutup waktuku

Karna kutahu
hanyalah pada diriMu
tempatku mengadu, tempatku mengeluh
didalam doa’ku

[2X:]
Dan demi nafas yang telah kau hembuskan dalam kehidupanku
Ku berjanji: ku akan menjadi yang terbaik
Menjalankan segala perintahMu,
menjauhi segala larangan-Mu
adalah sebaris do’aku untukMu

Izinkan kuucap kata taubat
sebelum Kau memanggilku

Utopia

Filed under: lyrik lagu — kadekratnawijayanti at 9:07 pm on Tuesday, September 9, 2008

SERPIHAN HATI

Di matamu aku tak bermakna
tak punyai arti apa-apa
kau hanya inginkanku saat kau perlu
tak pernah berubah

Kadang ingin kutinggalkan semua
letih hati menahan dusta
diatas pedih ini aku sendiri
selalu sendiri

Serpihan hati ini kupeluk erat
akan kubawa sampai ku mati
memendam rasa ini sendirian
ku tak tau mengapa
aku tak bisa melupakanmu

Kupercaya suatu hari nanti
aku akan merebut hatimu
walau harus menunggu sampai ku tak mampu
menunggumu lagi

Serpihan hati ini kupeluk erat
akan kubawa sampai ku mati
memendam rasa ini sendirian
ku tak tau mengapa
aku tak mampu…

Serpihan hati ini kupeluk erat
akan kubawa sampai ku mati
memendam rasa ini sendirian
ku tak tau mengapa
aku tak bisa melupakanmu

Oo…

Di matamu aku tak bermakna

Afgan

Filed under: lyrik lagu — kadekratnawijayanti at 9:01 pm on Tuesday, September 9, 2008

PadaMU Kubersujud

Ku menatap dalam kelam
tiada yang bisa kulihat
selain hanya namaMu, ya Allah

Esok ataukah nanti
ampuni semua salahku
lindungi aku dari
segala fitnah

Kau tempatku meminta
Kau beriku bahagia
jadikan aku selamanya
hambaMu yang selalu bertaubat

Ampuniku ya Allah
yang sering melupakanMu
saat Kau limpahkan karuniaMu
dalam sunyi aku bersujud

~{}~

Esok ataukah nanti
ampuni semua salahku
lindungi aku dari
segala fitnah

Kau tempatku meminta
Kau beriku bahagia
jadikan aku selamanya
hambaMu yang selalu bertaubat

Ampuniku ya Allah
yang sering melupakanMu
saat Kau limpahkan karuniaMu
dalam sunyi aku bersujud

Kau tempatku meminta
Kau beriku bahagia
jadikan aku selamanya
hambaMu yang selalu bertaubat

Ampuniku ya Allah
yang sering melupakanMu
saat Kau limpahkan karuniaMu
dalam sunyi aku bersujud
padaMu

ooOOOoo

Bunda

Filed under: apa ajah masuk sini — kadekratnawijayanti at 10:00 pm on Monday, September 8, 2008

PELAJARAN HIDUP MENGENANG CINTA DAN KASIH SAYANG IBUNDA KEPADA ANAKNYA YANG BEGITU TULUS

Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu.
Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.
Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.
Saat kau berumur 3 tahun,dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang.
Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.
Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan
Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah.
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah
Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi kesekolah.
Sebagai balasannya, kau berteriak.”NGGAK MAU!!”
Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola.
Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.
Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.
Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.
Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus pianomu.
Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.
Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun
Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.
Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop.
Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain
Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa.
Sebagai balasannya, kau tunggu sampai dia keluar rumah
Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya
Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.
Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan
Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya..
Saat kau berumur 15 tahun, pulang kerja ingin memelukmu
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.
Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.
Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting
Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman
Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA
Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.
Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.
Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?”
Sebagai balasannya, kau jawab,”Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”
Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan.
Sebagai balasannya, kau katakan,”Aku tidak ingin seperti Ibu.”
Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi
Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.
Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furnitur untuk rumah barumu.
Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furnitur itu.
Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan
Sebagai balasannya, kau mengeluh,”Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?”
Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500km.
Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu.
Sebagai balasannya, kau katakan padanya,”Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”
Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat.
Sebagai balasannya, kau jawab,”Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”.
Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu
Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.

Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang.
Dan tiba-tiba kau teringat banyak hal yang belum pernah kau lakukan untuk dia.
Perasaan bersalah datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam, tanpa akhir.